Sosialisasi Bali Clean And Green Province

Oleh : | 28 Februari 2011 | Dibaca : 50005 Pengunjung


Sosialisasi Bali Clean And Green Province

Program Pemerintah Provinsi Bali menjadikan Bali sebagai Green Province mendapat perhatian dari kalangan masyarakat dengan dilaksanakannya berbagai bentuk kegiatan yang bertujuan mewujudkan Bali Green Province. Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali bekerjasama dengan Program Study Kajian Budaya Program Magister S2 dan S3 Universitas Udayana mengadakan Sosialisasi Bali Green Province Senin (28/2) bertempat di Wantilan BTDC Nusa Dua.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Ir. A. A. G. A. Sastrawan, SIP. MT dalam sambutannya mengatakan pencanangan Bali Green Province oleh Gubernur Bali yang bertepatan dengan Konferensi UNEP tahun lalu memiliki tiga konsep yaitu Green Culture yang bermakna mendorong peran aktif masyarakat untuk mengembangkan budaya bersih melalui perubahan perilaku masyarakat, Desa Pakraman, anak-anak sekolah, Perguruan Tinggi dan Pelaku Usaha. Green Economy bermakna mendorong komponen usaha baik sekala kecil, menengah dan besar untuk selalu berwawasan dan peduli terhadap lingkungan. Hal ini seperti yang dicontohkan BTDC yang telah melakukan produksi bersih melalui upaya pengelolaan limbah cair, pemilahan, komposting, dan penyaluran sampah plastik. Bali Clean and Green sebagai upaya untuk mengatasi masalah lingkungan seperti masalah pencemaran limbah, banjir, abrasi dan sebagainya. Sastrawan juga berharap agar dari komponen usaha memiliki komitmen tinggi terhadap upaya-upaya dalam pelestarian lingkungan hidup di Bali seperti yang telah dilakukan BTDC.
Acara yang dibuka oleh Direktur Program Study Kajian Budaya Program Magister S2 dan S3 Universitas Udayana Prof. Dr. I Made Suastika, S.U., dihadiri oleh Ketua Program Studi Magister Kajian Budaya, Dosen, Pimpinan STP Nusa Dua, Direktur Operasional BTDC serta Mahasiswa S3 dan S2 Kajian Budaya Universitas Udayana.
Dipilihnya BTDC sebagai tempat sosialisasi karena BTDC telah lebih dulu memiliki komitmen dalam usaha pelestarian lingkungan hidup. Untuk menambah wawasan, para peserta Sosialisasi juga diajak melihat dari dekat fasilitas Sistem Pengolahan Limbah Cair Kawasan Pariwisata Nusa Dua. Fasilitas ini menerima limbah cair dari seluruh hotel di kawasan Nusa Dua untuk diolah menjadi limbah yang ramah lingkungan. Limbah olahan yang mengandung bahan-bahan organik dan ramah lingkungan ini kemudian dipakai untuk menyiram tanaman di sekitar kawasan sehingga tanaman tersebut dapat tumbuh subur.


BERITA LAINNYA

LIHAT ARSIP BERITA LAINNYA

 

-

Dr. I Putu Ganda Wijaya, S.Sos.,MM